Tag Archives: produksi gula

Mesin Giling Tebu Foodgrade

Mesin Giling Tebu Full Stainless

Mesin Giling Tebu Full Stainless

Semakin berkembangnya usaha tebu atau produksi gula di Indonesia juga membuat inovasi-inovasi baru menciptakan mesin giling tebu yang efisien. Pengembangan mesin baru terus dilakukan dengan mempertahankan kualitas dan permintaan pasar/kebutuhan konsumen. Kembar Teknika telah memproduksi Mesin Giling Tebu yang menuai sukses di kalangan para petani tebu dan tentunya, pengusaha tebu.

Kini, kami menawarkan kepada anda varian lain mesin tebu, yakni mesin giling tebu full foodgrade stainless steel. Mesin ini menghasilkan output yang berkualitas dan sangat aman konsumsi. Sama seperti mesin giling tebu produksi kami sebelumnya, mesin ini memiliki kapasitas produksi mencapai 2 truk perhari atau mencapai ±10 ton per hari. Dilengkapi dengan silinder roston yang bergigi yang mampu mempercepat proses input tebu kedalam proses produksi. Silinder ini memiliki daya tarik yang kuat sehingga tebu yang sudah masuk tidak akan mental atau keluar lagi.

Kemampuan optimal mesin ini didukung diesel penggerak 26pk. Mesin telah teruji teknis dan handal digunakan. Terlebih lagi, mesin ini kuat, awet dan mudah dalam pemeliharaan. Jika anda butuh bantuan penggunaan ataupun pengembangan usaha, kami siap menyediakan full training cara pengoperasian mesin. Kami juga memiliki konsultan usaha professional dan mau membimbing, membantu, dan berbagi ilmu tentang usaha tebu serta pengembangannya. Infomasi harga dan penawaran hubungi kami.

Mudahnya Membuat Gula dengan Mesin Giling Tebu

mesin peras tebu

mesin peras tebu kembar teknika

Pernahkah anda melihat bagaimana proses pembuatan gula? Di Indonesia, gula pasir atau gula kristal yang sering kita konsumsi setiap hari didominasi oleh tebu. Dengan luasnya tanah di Indonesia, seharusnya Indonesia tidak kekurangan bahan baku tebu untuk pembuatan gula kristal. Secara keseluruhan, lahan perkebunan tebu di Indonesia tercatat mencapai sekitar 200.000 hektare pada tahun 2013 dan lahan perkebunan tebu terluas berada di Jawa Timur yang diikuti oleh Lampung (viva.co.id).

Dengan luasnya lahan di Indonesia, perkebunan tebu dapat mengoptimalkan kondisi masyarakat dalam mengolah sumber daya alam. Banyak manfaat yang dapat diperoleh dari tanaman tebu. Daun tebu dapat dijadikan sebagai makanan ternak, sari tebu (nira) dapat diproses menjadi gula dan pemanis alami, bahkan ampas tebu dapat diolah menjadi kertas. Proses pengolahan tebu menjadi gula harus melewati serangkaian proses dan tahap. Mulai dari penggilingan, pemurnian, penguapan sampai dengan kristalisasi.

Dalam proses penggilingan, batang tebu yang sudah dipotong-potong kemudian digiling atau diperas menggunakan mesin peras tebu untuk mendapatkan sari tebu atau nira. Untuk mesin penggiling tebu kami sarankan menggunakan mesin yang kuat dan berkualitas yang mampu menghasilkan nira yang aman konsumsi seperti mesin yang tertera pada gambar. Nira hasil gilingan yang mengandung gula inilah yang kemudian akan diproses pada tahap pemurnian.

mesin giling tebu

mesin giling tebu kembar teknika

Pada tahap pemurnian, zat-zat bukan gula yang terdapat pada nira mentah ini akan dipisahkan dengan zat yang mengandung gula. Proses pemurnian ini dapat dilakukan secara fisik dan kimiawi. Secara fisik yakni dengan cara penyaringan sedangkan secara kimiawi yakni melalui pemanasan dan pemberian bahan pengendap.

Untuk tahap penguapan, hasil nira dari proses pemurnian ini adalah nira jernih. Nira jernih ini yang nantinya akan dimasak pada proses penguapan. Proses penguapan dapat dilakukan dalam wajan besar (tradisional) maupun dalam bejana evaporator. Air yang terkandung dalam nira akan diuapkan dengan suhu 125°C sehingga menghasilkan nira kental yang nantinya akan dipadatkan atau dikristalkan.

wajan serbaguna

wajan serbaguna kembar teknika

Tahap terakhir pada proses produksi gula adalah kristalisasi. Kristalisasi adalah proses pembentukan kristal gula. Langkah pertama dari proses kristalisasi adalah menarik nira pekat untuk diuapkan airnya sehingga mendekati kondisi jenuhnya. Dengan pemekatan secara terus menerus koefisien kejenuhannya akan meningkat. Pada keadaan lewat jenuh maka akan terbentuk suatu pola kristal sukrosa.